Nama Kegiatan :

Gerakan Yatim Membaca

Tema Kegiatan :

Ayo Membaca

Pelaksanaan Kegiatan :

Setiap satu bulan sekali di Panti Asuhan Miftahul Jannah Gresik

Tujuan Kegiatan :

1.      Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis pada anak-anak di Panti Asuhan.

2.      Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.

3.      Terbangunnya kolaborasi antar pihak dalam menjadikan buku sebagai basis peradaban bangsa.

Hasil Kegiatan :

Gerakan Yatim Membaca (GYM) merupakan program pemberdayaan sosial Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) yang diselenggarakan rutin setiap satu bulan sekali bersama adik-adik di panti asuhan khususnya di wilayah Kabupaten Gresik. Kegiatan GYM terdiri dari pendirian dan pengelolaan mini perpustakaan, serta acara-acara untuk mendorong maupun mengembangkan minat baca pada anak. GYM adalah kegiatan yang mengajak anak-anak dipanti asuhan agar mampu dan mau menunjukkan potensi diri melalui karya-karyanya seperti menulis dan membaca puisi hingga bercerita di depan teman-temannya. Berikut kegiatan setiap bulannya: Mei, kegiatan membaca dan memahami isi dongeng serta menceritakan kembali dongeng yang telah dibaca; Juli, kegiatan menggambar ilustrasi tentang cita-cita dan mendeskripsikan hasil gambar yang dibuat; Agustus, kegiatan membaca teks cerpen dan memahami isi cerita serta anya jawab terkait isi teks cerita; September, kegiatan membaca puisi dan surat pendek, panitia memberi contoh membaca puisi dan membaca surat pendek, serta peserta memahami isi puisi; Oktober, membuat karya berupa paper flower, panitia memberikan penjelasan tentang alat, bahan serta cara membuat paper flowers dan kemudian peserta membuat paper flowers, setelah semua selesai dilakukan penempelan hasil karya oleh peserta dan panitia.

Evaluasi Kegiatan :

1.      Game yang diadakan didalam ruangan bersifat outdoor.

2.      Belum padunya tingkat solidaritas dan dedikasi panitia sehingga menyebabkan tingkat kehadiran selalu di dominasi oleh sebagian kecil dari panitia keseluruhan.

3.      Alat yang disediakan oleh panitia kurang mencukupi semua peserta, sehingga memakan waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikan hasil karya.

4.      Terjadinya miskomunikasi yang menyebabkan kegiatan dihentikan sepihak oleh pihak panti.

5.      Terjadinya kesalahan prosedur sejak awal pelaksanaan, kaitannya dalam perizinan dan perencanaan.