Nama Kegiatan :

Semarak Ramadhan

Tema Kegiatan :

Mari Hiasi Bulan Suci Ramadhan dengan Penuh Keceriaan, Keberkahan, dan Kebermanfaatan untuk Sesama

Pelaksanaan Kegiatan :

4-12 Juli 2015 di Yayasan Ar-Rohmah Gresik, RSUD Dr. Soetomo Gresik, rumah-rumah warga kurang mampu, kawasan pasar kota Gresik dan Wahana Ekspresi Poesponegoro.

Tujuan Kegiatan :

1.      Menggalang persatuan dan kesatuan umat.

2.      Menjalin dan mempererat Ukhuwah Islamiah yang telah ada.

3.      Membagi kebahagiaan Ramadhan dengan saudara yang kurang beruntung.

4.      Memotivasi untuk berlomba-lomba menuju kebaikan di bulan suci yang penuh berkah ini.

5.      Menumbuhkan dan mewujukan rasa kepedulian terhadap sesama muslim.

6.      Meringankan beban perekonomian masyarakat tidak mampu.

Hasil Kegiatan :

1.      Kegiatan Pelatihan Life Skill (4 Juli 2015) ini merupakan pemberdayaan dengan memberikan pelatihan life skill, pertama kali diadakan oleh PPDG yaitu dengan tema pelatihan “Membuat Bross Cantik dari Kain Perca”. Harapan kedepannya dapat memberikan manfaat bagi adik-adik yatim, serta tentunya harapan lain yang akan di rencana oleh PPDG demi kelanjutan pemberdayaan ini.

2.      Kegiatan Sahur on the Road (5 Juli 2015) ini berlatar belakang dari pemikiran bahwa para penjaga pasien dirumah sakit kesulitan dalam mencari makanan sahur, apakah itu karena sulit mencari penjual ataupun tidak memiliki uang untuk membeli makanan sahur. Jumlah paket sahur yang dibagikan sebanyak 200 paket sahur yang terdiri dari nasi bungkus dan air mineral. Pembagian paket sahur ini, panitia didampingi dengan petugas keamanan dari RSUD Ibnu Sina Gresik.

3.      Kegiatan Social Action (4-11 Juli 2015) merupakan kegiatan pembagian paket sembako yang ditujukan kepada fakir miskin di Kabupaten Gresik. Setiap tahun PPDG juga melaksanakan kegiatan yang sama yakni berbagi paket sembako, namun dengan nama kegiatan yang berbeda. Hal lain yang membedakan kegiatan Social Action dengan tahun-tahun sebelumnya diantaranya adalah isi paket sembako yang diberikan dalam kegiatan ini lebih ditekankan kualitas dan kuantitasnya dari tahun sebelumnya. Selain itu yang menjadi pembeda dengan tahun kemarin adalah para penerima paket sembako tersebut tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Gresik dan diperoleh dari proses seleksi. Proses seleksi sendiri berdasarkan beberapa pertimbangan diantaranya adalah umur penerima yang harus diatas 50 tahun dan kondisi keadaan ekonominya lemah. Kami juga berkeinginan kegiatan Social Action ini harus tepat sasaran. Untuk tahun ini, kami menyiapkan 30 paket sembako, isi paket sembako yang diberikan diantaranya adalah: (1) Beras 5 kg, (2) Gula 1 kg, (3) Minyak goreng 2 liter, dan (4) Mie instan 5 bungkus. Wilayah yang mendapat bantuan adalah Benjeng (6 orang), Cerme (5 orang), Gresik (4 orang), Kebomas (1 orang), Manyar (5), Bungah (8 orang), dan Sidayu (1 orang).

4.      Kegiatan Berbagi Takjil (12 Juli 2015) ini dilaksanakan disekitar Pasar Gresik. Jumlah paket menu buka yang dibagikan sebanyak 100 bungkus dengan sasaran tukang becak, tukang ojek, tukang sampah dan sebagainya.

5.      Kegiatan Buka Bersama Anak Yatim (12 Juli 2015) merupakan acara puncak, kegiatan ini dilaksanakan di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) dengan mengundang 100 anak yatim dari berbagai panti asuhan maupun yayasan di Kabupaten Gresik dengan tujuan untuk saling berbagi kepada anak-anak yatim di bulan ramadhan. Acara ini meliputi perlombaan hafalan surat pendek, talk show, buka bersama, dan pemberian games seru untuk anak-anak yatim. Diakhir acara, total peserta yang hadir ada 76 anak dari lima panti asuhan atau yayasan mendapat santunan dan bingkisan dari panitia.

Evaluasi Kegiatan :

1.      Pada acara Life Skills tepatnya saat  persiapan masih terdapat beberapa panitia yang belum datang sedangkan acara akan segera dimulai. Sehingga ini mengulur waktu untuk briefing panitia sebelum acara.

2.      Pada acara Sahur roses dokumentasi yang minim, karena panitia dituntut untuk tidak berisik dan setidaknya hanya 1-2 orang panitia yang diperbolehkan masuk disetiap kamar pasien.

3.      Pada acara Social Action dalam pengumpulan data kaum dhuafa yang akan menerima paket sembako sedikit mengalami kesulitan.

4.      Pada acara Buka Bersama terjadi perubahan juri pada saat lomba berlangsung karena keterlambatan kedatangan juri yang telah direncanakan. Terjadi kesalahpahaman terhadap salah satu yayasan yang telah diundang, yayasan tersebut satu minggu sebelum acara mengkonfirmasi sanggup menghadiri dan memberikan nama peserta yang akan ikut dalam acara. Namun, pada saat hari pelaksanaan yayasan ini membatalkan dengan sepihak undangan tersebut. Hal ini mengakibatkan jumlah peserta yang diharapkan tidak sesuai rencana, peserta yang semula direncanakan sebanyak 100 menjadi 76 peserta.