Nama Kegiatan :

 

Yatim Education Camp

 

Tema Kegiatan :

 

Generasi Muda Masa Depan Bangsa

 

Pelaksanaan Kegiatan :

 

09 – 10 November 2019 di Bumi Perkemahan Semen Indonesia – Gresik

 

Tujuan Kegiatan :

 

1.      Menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air,

2.      Membentuk jiwa kemandirian sejak dini,

3.      Menumbuhkan dan melatih jiwa gotong royong,

4.      Membangun dan membentuk kepribadian yang baik serta positif,

5.      Memantapkan diri menjadi pribadi islami yang berhasil menjawab tantangan masa depan.

 

Hasil Kegiatan :

 

Kegiatan Yatim Education Camp tahun 2019 bertemakan “Generasi Muda Masa Depan Bangsa”, dilaksanakan pada tanggal 09-10 November 2019 dan bertempat di Bumi Perkemahan Semen Gresik dengan peserta sebanyak 90 (sembilan puluh) anak dari 9 (sembilan) panti asuhan atau yayasan. Pada tahun 2019 ini, kami menghadirkan kegiatan dengan mengasah kemampuan akademik melalui pemberian materi dan mengasah kemampuan motorik melalui kegiatan outbond. Panitia juga menyediakan permainan ice breaking, pentas seni, senam dan adu yel-yel. Berikut adalah rincian acara Yatim Education Camp yang berlangsung selama dua hari satu malam: (1) Upacara pembukaan dilaksanakan sebagai simbolis sebelum dimulainya kegiatan Yatim Education Camp dengan durasi kurang lebih 30 (tiga puluh) menit, upacara pembukaan dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan diikuti oleh seluruh peserta Yatim Education Camp bersama pendamping dan seluruh panitia. Dalam upacara pembukaan ini pembina upacara menyampaikan selamat datang bagi seluruh peserta Yatim Education Camp, selanjutnya pembina memberikan sedikit gambaran umum kegiatan dan terakhir membuka acara secara resmi serta melakukan penyematan ID Card kepada peserta secara simbolis; (2) Games atau Ice Breaking diterapkan di awal kegiatan dan di waktu luang sebagai hiburan sekaligus sebagai uji kekompakan tim. Di awal kegiatan panitia memberikan games “saling kenal” yang diawali dengan membentuk formasi melingkar antara peserta dan panitia kemudian secara bergiliran panitia dan peserta menyebutkan namanya masing-masing. Selain itu ada tes dalam menyanyikan yel-yel kelompoknya masing-masing secara bergiliran dan pemberian ice breaking berupa tepuk hitungan, games apa kabar, dll; (3) Materi Integritas merupakan materi pertama yang diberikan dengan tujuan untuk menambah wawasan serta pengembangan kepribadian pada peserta Yatim Education Camp tentang Integritas. Pada sesi ini diisi oleh Ibu Nina Anina, S.Pd selaku Guru BK sekaligus Psikolog dengan durasi penyampaian materi selama 30 (tiga puluh) menit. Pada materi ini peserta diajak untuk lebih mengenali dirinya dan lebih mengenal apa arti integritas melalui pemaparan sifat jujur, bertanggung jawab, dapat dipercaya serta konsisten. Dalam materi ini pemateri memberikan gambaran mengenai bagaimana cara menggapai impian yang dimulai dengat mendekatkan diri kepada tuhan. Pada tahap pemaparan materi ini peserta terlihat sangat antusias ditambah lagi dengan pemateri yang energik, bersahabat dan sangat hangat dengan anak kecil membuat peserta tidak canggung dalam menjawab maupun bertanya selama penyampaian materi berlangsung. Sesi terakhir pada materi ini adalah berupa sesi tanya jawab, dalam sesi tanya jawab ini terdapat 4 (empat) peserta yang aktif bertanya maupun menjawab akan diberikan reward berupa bucket dan terakhir adalah penyerahan cinderamata kepada pemateri sebagai kenang-kenangan; (4) Tadarus adalah salah satu agenda kegiatan Yatim Education Camp yang dilakukan setelah sholat maghrib berjamaah hingga menjelang sholat isya’ berjamaah, kegiatan ini dilakukan di pendopo secara bersama-sama antara panitia dan peserta. Tadarus ini dilakukan selama 30 (tiga puluh) menit dengan membaca Al Qur’an juz 30; (5) Materi Nasionalisme merupakan materi kedua yang disampaikan oleh Bapak Kapten Inf. H. Nawardi, S.Pd.I dari KODIM 0817 Gresik. Penyampaian materi ini dimulai setelah sholat isya’ berjamaah dan berlangsung selama 30 (tiga puluh) menit. Tujuan dari penyampaian materi ini adalah agar peserta Yatim Education Camp lebih mengenal dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penyampaian materi ini diawali dengan pemateri menanyakan terlebih dahulu kepada peserta tentang apa itu nasionalisme. Selanjutnya peserta sangat antusias menjawab bahwa Nasionalisme itu adalah dasar negara, undang-undang dan mengenal wilayah negara indonesia. Selanjutnya pemateri membenarkan dan menjelaskan arti Nasionalisme sebenarnya. Selain itu pemateri juga memberikan gambaran kondisi empiris tentang pengalamannya sampai menjadi abdi negara, pemateri juga sedikit memberikan contoh bentuk kecil Nasionalisme yaitu dengan cara menjaga lingkungan dan mengenal budaya serta pahlawan indonesia. Sesi terakhir pada materi ini adalah berupa sesi tanya jawab, dalam sesi tanya jawab ini terdapat 4 (empat) peserta yang aktif bertanya maupun menjawab akan diberikan reward berupa bucket dan terakhir adalah penyerahan cinderamata kepada pemateri sebagai kenang-kenangan; (6) Pentas seni pada Yatim Education Camp dilaksanakan dengan tujuan untuk menjalin keakraban dan sebagai ajang untuk mengetes kekompakan kelompok sekaligus ajang untuk menunjukkan kemampuan bakat peserta. Pada sesi ini setiap kelompok mengeluarkan delegasinya untuk membuat satu pentas, diantaranya ada pertunjukkan menyanyi, pencak silat, ada pertunjukkan menari, membaca puisi, drama, dan lain-lain. Acara pentas seni ini berlangsung selama 2 (dua) jam yang dalam hal ini dipandu oleh Nurmawati. Sebelum acara pentas seni dimulai, setiap kelompok wajib menyanyikan yel-yel masing-masing kelompoknya sebagai bentuk kekompakan kelompok. Dalam sesi ini panitia juga ikut terlibat dalam memberikan penampilan akustik sebagai pembuka di awal acara dan penutup di akhir acara. Pentas seni ini juga dibarengi dengan penyalahan api unggun pada sesi-sesi terakhir sehingga peserta maupun panitia bisa lebih akrab; (7) Materi Kemandirian merupakan materi ketiga yang diberikan kepada peserta Yatim Education Camp dengan tujuan untuk memberikan wawasan serta pengetahuan kepada peserta Yatim Education Camp tentang arti dari kemandirian melalui suatu perwujudan perilaku mandiri yang dapat dilakukan. Pengisi materi pada sesi ini adalah Muhammad Sholihuddin yang merupakan alumni Pengajar Muda Indonesia Mengajar dan Founder Rumah Baca Panggon Moco di Panceng Gresik serta merupakan Penasehat Pemuda Peduli Dhuafa Gresik. Dalam materi ini, pertama-tama peserta diminta terlebih dahulu oleh pemateri untuk memaparkan arti makna dari kata mandiri itu seperti apa menurut pendapat masing-masing adik-adik. Setelah peserta antusias dalam mendemonstrasikan argumennya kemudian pemateri memberikan gambaran umum arti kata dari kemandirian sekaligus memberikan contoh implementasi pada kegiatan sehari-hari. Selanjutnya pemateri menginstruksikan kepada peserta untuk membuat kelompok sesuai dengan pantinya yang kemudian setiap kelompok tersebut diberikan selembar kertas dan bulpoint yang nantinya peserta akan diminta untuk menggambar sebuah suasana yang bertema mandiri berdasarkan dengan pemikiran dan pandangan mereka masing-masing. Gambar tersebut kemudian dipresentasikan dan dibaca karakteristik gambarnya oleh pemateri, sehingga peserta lebih tau diriya seperti apa dari gambar tersebut. Pada tahap terakhir pemateri memberikan kesimpulan dari arti mandiri yang digambarkan oleh masing-masing peserta; (8) Senam sehat ceria merupakan salah satu sesi di hari kedua yang bertujuan untuk membuat badan lebih sehat, bugar, dan siap melanjutkan aktivitas selanjutnya. Durasi dari senam sehat ceria ini selama kurang lebih 45 (empat puluh lima) menit dengan bagian senam terdiri dari bagian pemanasan, bagian inti, dan bagian pendinginan, senam ini diikuti oleh seluruh peserta dan juga panitia. Pada sesi senam ini peserta dan panitia cukup antusias dikarenakan gerakan dan lagu yang dipakai untuk senam merupakan lagu dan gerakan yang saat itu sedang musim. Dalam sesi ini instruktur senam juga menarik beberapa peserta untuk maju membuat gerakan sekaligus memipin jalannya senam; (9) Outbound; (10) Merupakan puncak acara dari Yatim Education Camp yakni pada pengumuman pemenang juara 1, juara 2, juara 3 ditambah nominasi Best Team Work, Best Performance, Tim Teraktif, Tim Kratif, Tim Sportif, Tim Asik. Penentuan pemenang tersebut berdasarkan penilaian panitia terhadap setiap kelompok selama mengikuti rangkaian acara Yatim Education Camp. Setelah itu dilakukan penyerahan hadiah oleh panitia kepada kelompok. Setelah semua hadiah telah diberikan acara terakhir yakni penutup dengan doa. Selanjutnya adalah sesi pembagian santunan dan bingkisan kepada peserta.

 

Evaluasi Kegiatan :

1.      Persiapan acara telah dilakukan dengan baik mulai dari penyusunan panitia hingga pembagian job description. Namun ada beberapa hal yang belum dapat tersiapkan dengan maksimal. Dimana, pelaksanaan rapat komunal hanya dilakukan satu kali menjelang pelaksanaan acara. Proses koordinasinya pun belum dapat terlaksana dengan baik sehingga menyebabkan beberapa kinerja panitia tidak maksimal. Kurangnya koordinasi pula antar panitia sehingga saat pelaksanaan kegiatan kurang maksimal dilakukan. Selain itu, kurangnya masa survei khususnya Sie Acara ke lokasi pelaksanaan kegiatan dan tidak adanya layout pembagian lokasi yang baik pula yang tidak dapat digunakan saat proses penjelasan alur kegiatan pada seluruh panitia.

2.      Pembukaan menuju pelaksanaan pentas seni ini dibuka dengan prosesi penyalaan api unggun oleh panitia dan dilanjut dengan penampilan pentas seni dari panitia dan kelompok panti. Sebagai bahan evaluasi, sebaiknya panitia memberikan penampilan yang lebih dapat memberikan gebrakan untuk dapat menyatukan antusias para peserta. Dalam hal ini memberikan sebuah pertunjukan yang lucu, meriah, dan lebih dapat meningkatkan antusiasme para peserta seperti drama komedi atau yang lainnya.

3.      Rangkaian outbond dikonsep agar peserta dapat bersaing dengan dirinya sendiri, waktu, dan fokus pada kinerja tim sendiri dengan menyebar kelompok untuk menuju pos yang telah ditentukan oleh panitia. Jumlah pos yang dibuat diawal berjumlah delapan pos. Namun, dikarenakan ada penambahan peserta dan ada satu pos yang dibuat untuk komunal, mengakibatkan total pos yang harus dilewati oleh kelompok peserta berjumlah sepuluh pos. Dalam hal ini dirasa cukup melelahkan peserta sehingga perlu untuk lebih dipadatkan kembali rangkaian outbondnya.

4.      Prosesi penentuan kejuaraan membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga perlunya spare waktu tambahan untuk prosesi penentuan tersebut.